Selain mengerahkan armada milik pemerintah, Pemko Tanjungpinang juga melibatkan pihak kelurahan dalam proses distribusi air bersih.
Kelurahan yang memiliki kendaraan operasional seperti pick up diminta turut membantu mengangkut air bagi warga yang membutuhkan.
“Saya sudah menginstruksikan kepada kelurahan, apabila ada kendaraan pick up agar bisa membantu mengisi tangki dan menyalurkan air kepada masyarakat,” ungkap Lis.
Lis juga menyampaikan apresiasi kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang telah membantu menyediakan sumber air untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat terdampak kekeringan.
“Terima kasih kepada PDAM yang telah membantu menyediakan air untuk didistribusikan kepada masyarakat,” katanya.
Ke depan, Pemko Tanjungpinang berencana melakukan kajian terkait titik-titik sumber air baku di wilayah yang kerap mengalami kekeringan.
Kajian tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan ketersediaan air bersih.
Selain itu, Lis juga mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya menjaga ketersediaan air dengan menanam tanaman yang mampu menyerap dan menyimpan air di dalam tanah, seperti tanaman buah.

