HARIANMEMOKEPRI.COM — Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag Kota Tanjungpinang) menggelar Pasar Murah Ramadhan di Halaman Gedung Sentra IKM Tengku Mandak Bintan Centre, Selasa (04/2023).
Perhelatan Pasar Murah Ramadhan ini sejumlah masyarakat Tanjungpinang sangat antusias mendatangi Pasar Murah Ramadhan tersebut sejak pukul 07:00 Wib dengan harga komoditas yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.
Kepala Disperdagin Kota Tanjungpinang, Riany menyampaikan, Pasar Murah Ramadhan yang diselenggarakan dari 4 April hingga 6 April 2023 ini, telah menjual berbagai macam komoditas diantaranya, gula, minyak goreng, tepung, daging beku, telur, sayur mayur dan bahan pangan lainnya.
Baca Juga: Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 4 Warga Negara Uzbekistan Terkait Terorisme
“Di pasar murah ini kami melibatkan 12 distributor bahan pangan yang ada di Tanjungpinang,” ungkap Riany.
Sehingga kata Riany, harga komoditas yang dijual ke masyarakat jauh lebih murah dari pada harga pasar.
Seperti harga minyak goreng minyakita per 5 kilogramnya yang dijual di pasar seharga Rp65 ribu, namun di Pasar Murah Ramadhan ini hanya dijual Rp60 ribu per 5 kilogram. Lalu cabai merah kalau di pasar Rp42 ribu per kilogram, disini hanya Rp40 ribu.
Baca Juga: Tiga Orang Pelaku Narkotika Jenis Sabu Diringkus Polisi Dalam Waktu Bersamaan
“Sedangkan untuk harga telur yang nomor satu hanya dijual Rp50 ribu per papan, biasanya dijual di pasar Rp58 ribu per papan. Sementara nomor 2, hanya dijual Rp48 ribu per papan. Sedangkan nomor 3 hanya dijual Rp46.500 per papan. Harga ini lebih murah,” sebutnya.
Menurut Riany, Pasar Murah Ramadhan ini digelar dalam rangka untuk mengintervensi harga pasar menjelang lebaran idul fitri mendatang.
“Ini salah satu gambaran ke pasar tradisional, sehingga tidak menjual harga tinggi jelang lebaran,” tuturnya.
Ditempat yang sama, salah satu pengunjung, Desi mengaku senang dengan adanya Pasar Murah Ramadhan ini.
Karena harga-harga komoditas di pasar murah ini lebih murah dibandingkan harga pasar tradisional.
“Seperti telur dan minyak harganya murah, tentu saya merasa terbantu meringankan biaya bikin kue,” tutupnya.***

