“Hari ini, mereka belajar perawatan dan perbaikan naskah-naskah kuno yang terbuat dari kertas, bagaimana pencegahan kerusakannya, merawatnya, memperbaikinya, hingga penyimpanannya agar terawat dengan baik,” terang Heri Wibobo.
Untuk perawatan arsip yang masih bagus, kata Heri, adalah dengan metode enkapulasi yakni melapisi arsip dengan dua lembar plastik. Enkapulasi adalah pengganti dari laminating. Perawatan dengan cara enkapulasi ini, arsip bisa lebih terjamin keamanannya, sebab tidak menggunakan cara dipanaskan.
Begitu pula, untuk arsip yang rusak. Misalnya rapuh, sobek, lapuk, patah, dan sebagainya, dapat menggunakan metode laminasi dengan tisu jepang ditambah bahan-bahan lainnya seperti perekat berbahan carboxyl methyl cellulose, dan juga magnesium karbonat untuk menetralkan asam yang terkandung pada kertas tersebut.
“Itu semua bahan-bahan utamanya untuk menjadikan arsip lebih tahan lama lagi. Mungkin kalai tidak dirawat seperti itu, satu sampai tiga tahun bisa hancur. Dengan adanya perawatan dan perbaikan, naskah-naskah tersebut bisa bertahan hingga ratusan tahun. Tentu, perlu memperhatikan kondisi penyimpanan sesuai standar kearsipan nasional yakni suhu dan kelembabannya harus dijaga,” pungkas dia.***

