Para peserta yang merupakan pegawai Disbudpar Kota Tanjungpinang dan museum akan belajar dari para ahli konservasi yang telah memiliki pengalaman luas dalam merawat benda museum. 

Baca Juga: Driver Maxim Tanjungpinang Tuntut Kenaikan Tarif, Potongan Harga Lebih Besar Daripada Pemasukan

Peserta pelatihan juga akan diberikan pengetahuan yang mendalam tentang cara mengidentifikasi masalah konservasi, memilih bahan yang tepat untuk restorasi, serta teknik pembersihan dan pemeliharaan yang efektif.

Selain itu, para peserta juga akan diberikan kesempatan untuk mempraktekkan keterampilan yang mereka pelajari melalui sesi praktik langsung pada benda-benda museum yang ada dalam koleksi Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. 

“Ini akan memberi mereka pengalaman nyata dalam menangani dan merawat benda-benda bersejarah yang rentan terhadap kerusakan,” jelas Asa’at. 

Baca Juga: Walikota Tanjungpinang Beri Bantuan Para Lansia Melalui Zakat Profesi ASN

Sementara itu, Arsiparis Dinas Perpustakaan Provinsi Kepulauan Riau, Heri Wibowo selaku narasumber mengatakan para peserta diberikan pengetahuan pengayaan koleksi museum khususnya koleksi filologika yakni naskah atau arsip berbahan kertas.