HARIANMEMOKEPRI.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Tanjungpinang mengalami gangguan serius setelah dana operasional dari pemerintah pusat belum juga dicairkan.
Kondisi ini menyebabkan tujuh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan kegiatan sementara.
Hingga Kamis (11/6/2026), penghentian operasional dapur MBG terjadi di sejumlah wilayah Kota Tanjungpinang.
Akibatnya, sekitar 12 ribu penerima manfaat untuk sementara tidak mendapatkan distribusi makanan bergizi selama ini disalurkan melalui program tersebut.
Koordinator SPPG Tanjungpinang, Retno, mengatakan penutupan dapur dilakukan secara bertahap sejak Senin (8/6/2026) karena belum tersedianya dana operasional.
“Sudah ada tujuh SPPG yang menghentikan layanan sementara sambil menunggu pencairan dana. Dampaknya sekitar 12 ribu penerima manfaat tidak menerima pasokan makanan,” ujar Retno saat dikonfirmasi.
Tujuh dapur yang berhenti beroperasi tersebut terdiri dari dua unit di Kelurahan Tanjungpinang Barat, dua unit di Kelurahan Batu IX, Kecamatan Tanjungpinang Timur, dua unit di Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari, serta satu unit di Kelurahan Kampung Bulang.
Terhentinya operasional dapur MBG ini berdampak langsung terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi masyarakat yang menjadi sasaran program pemerintah tersebut.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan distribusi makanan dapat kembali berjalan normal.
Sementara itu, Kepala KPPG Wilayah Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau, Syarti Widya, memastikan proses pencairan anggaran sedang berlangsung di tingkat pusat dan diharapkan segera selesai dalam waktu dekat.
Menurutnya, dana operasional yang ditunggu-tunggu pengelola SPPG kemungkinan akan cair dalam beberapa hari mendatang sehingga aktivitas dapur dapat kembali berjalan.
“Ada beberapa dapur yang memang tutup sementara. Anggarannya sedang diproses dan kemungkinan cair antara hari ini atau paling lambat Senin, 15 Juni 2026,” kata Syarti.
Pihak pengelola berharap pencairan dana dapat segera terealisasi agar layanan MBG kembali beroperasi dan ribuan penerima manfaat dapat kembali memperoleh makanan bergizi sesuai program yang telah berjalan selama ini.

