HARIANMEMOKEPRI.COM – Sebanyak 195 pelajar tingkat SMA/SMK sederajat di Tanjungpinang mengikuti seleksi kesehatan dan parade calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tanjungpinang tahun 2025, Senin (14/4).
Kegiatan diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Tanjungpinang ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi untuk menjaring 30 calon Paskibraka terbaik yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus mendatang.
Dari total peserta, 80 di antaranya adalah pelajar perempuan dan 115 pelajar laki-laki. Pemeriksaan kesehatan mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, pemeriksaan mata dan buta warna, serta tes kehamilan bagi peserta perempuan.
Seleksi ini melibatkan dua dokter dan dua perawat dari Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, serta dua petugas penera dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
Setelah tahap ini, peserta dijadwalkan mengikuti parade pada Rabu (16/4/2025), untuk menilai postur tubuh, kondisi kesehatan, dan kebugaran fisik sesuai standar nasional.
Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi Sosial Budaya dan Agama Bakesbangpol Tanjungpinang, Anung Tri Saputra, menjelaskan bahwa seleksi kesehatan merupakan tahap ketiga dari total tujuh tahapan seleksi calon Paskibraka Tanjungpinang
Sebelumnya peserta telah mengikuti seleksi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Intelegensi Umum (TIU).
“Selanjutnya akan ada seleksi Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, dan wawancara. Hasil akhirnya akan diumumkan pada akhir April,” jelas Anung.
Ia menambahkan, peserta saat ini masih berstatus sebagai bakal calon. Nantinya, peserta terbaik di tingkat kota akan disaring kembali untuk mewakili Tanjungpinang di tingkat provinsi maupun nasional, sebelum ditetapkan secara resmi melalui surat keputusan.
Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tanjungpinang, Muharroni, menyampaikan bahwa pihaknya terlibat aktif dalam mendampingi seluruh tahapan seleksi, termasuk pelatihan, pembinaan, hingga pendidikan dan pelatihan akhir.
“Dalam tahap ini, kami fokus pada pendampingan. Penilaian tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga karakter, semangat juang, dan integritas para peserta,” ujarnya.
Menurut Muharroni, seleksi calon Paskibraka mengacu pada standar nasional yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
“Selain tinggi badan yang ideal dan kecerdasan intelektual, mereka juga harus memiliki wawasan kebangsaan, jiwa nasionalisme, serta kondisi mental dan jasmani yang prima,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa calon Paskibraka harus memiliki semangat juang yang tinggi, mengingat mereka akan mengemban tugas mulia mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih pada momen bersejarah.
Muharroni mengungkapkan setelah menjalankan tugasnya, mereka juga akan dikukuhkan sebagai Duta Pancasila.
“Karena itu, mereka harus mampu menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.

