Maksud dan tujuan Tanjungpinang Bermunajat ini adalah untuk menghidupkan UMKM dan perekonomian masyarakat.
“Kami juga membuka ruang untuk anak-anak muda berkreasi lewat festival band religi, lomba marawis, dan fashion show,” ujar Ramdhan yang juga menjabat sebagai Ketua GP Ansor Tanjungpinang.
Pada malam kedua, lanjut Ramdhan, akan digelar munajat dan doa bersama untuk para pejuang, tokoh, serta raja-raja yang pernah berjasa di Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut juga sekaligus memperingati Hari Lahir GP Ansor ke-91.
Acara juga menghadirkan tausiyah dari Letkol Laut (K) Rokhim Hadi Anwar, yang akrab disapa Ustadz Blankon Loreng, seorang da’i nasional yang kerap tampil di Trans TV dan iNews TV.
Asisten I Bidang Kesra Pemko Tanjungpinang, Thamrin Dahlan, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan acara Tanjungpinang Bermunajat ini.
Ia menyebut, Tanjungpinang Bermunajat menjadi simbol kota budaya Melayu yang agamis, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat berbasis komunitas.
“Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, riak-riak Tanjungpinang dari sudut religi, budaya, dan ekonomi bisa menembus langit. Saya yakin dan percaya, Allah akan memberikan lebih dari apa yang kita minta,” ucap Thamrin.

