“Ini bukti nyata bahwa masyarakat setempat penuh kekompakan dan kebersamaan dalam memperingati Tahun Baru Islam sebagai bagian dari syiar Islam yang harus kita jalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lis juga menegaskan, peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender hijriah, namun lebih dari itu, momen ini harus dimaknai sebagai ajakan untuk menjalankan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan.
“Kalau kita berbicara soal peringatan, pasti ada nilai dan makna yang harus membekas dalam diri kita sebagai bekal menghadapi masa depan,” tambahnya.
Dalam ceramahnya, Lis juga mengingatkan tentang peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi yang menjadi dasar penetapan kalender Islam.
“Menurut tafsir Ibnu Katsir, bulan Muharram adalah bulan yang mulia. Kita dilarang berbuat dzolim kepada diri sendiri maupun orang lain, serta dilarang melakukan perbuatan maksiat,” jelas Lis.
Peringatan Tahun Baru Islam di Masjid Al Hussein tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

