“Yang terpenting adalah mendorong terbentuknya masyarakat yang swadaya dan mandiri melalui pemahaman serta pengamalan Al-Qur’an, baik dari segi membaca, menulis, maupun menerapkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Mengangkat tema “Wujudkan Hasanah Berbudaya yang Agamis, Sumber Daya Manusia Berkualitas dan Berprestasi Menuju Tanjungpinang Baldatun Thayyibatun wa Rabbun Ghafur”, MTQH XIX diharapkan menjadi penguat karakter religius masyarakat.

“Al-Qur’an merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semua aspek kehidupan umat Islam. Ia menjadi sumber hukum, inspirasi, pedoman kepribadian, dan kekuatan dalam menjalani kehidupan,” pungkas Lis.