HARIANMEMOKEPRI.COM – Gubernur Kepri Ansar Ahmad, meresmikan Masjid Al-Iltizam yang dikelola oleh Yayasan Abdullah Dimyati Isman dalam rangkaian kegiatan Tabligh Akbar di Jalan Garuda Kelurahan Batu Sembilan, Tanjungpinang Timur, Jumat (18/7/2025).
Peresmian ini turut dirangkaikan dengan penyerahan 600 paket tali kasih bagi kaum dhuafa dan anak yatim oleh yayasan. Kegiatan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh masyarakat sekitar.
Masjid Al-Iltizam berdiri megah di atas lahan seluas 3.470 meter persegi. Sejak mulai beroperasi pada 1 Mei 2024, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan sosial dan penguatan silaturahmi umat.
Pendirian masjid Al-Iltizam ini merupakan bentuk wakaf dari keluarga Bapak Santoni dan Hj. Anik Wahyuni Santoni, yang juga menjabat sebagai Pendiri dan Pembina Yayasan Abdullah Dimyati Isman.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad secara simbolis meresmikan masjid dengan membuka tirai papan nama dan menandatangani prasasti peresmian.
Ia juga berkesempatan menanam pohon peneduh di lingkungan masjid sebagai lambang keberlanjutan dan kesejukan hati umat.
“Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Apa yang dilakukan oleh keluarga besar Pak Santoni dan Ibu Anik ini adalah bentuk amal jariyah yang luar biasa. Semoga menjadi pahala yang terus mengalir dan membawa keberkahan dunia akhirat,” ujar Gubernur Ansar dalam sambutannya.
Ansar mengungkapkan, dirinya pun tumbuh besar di lingkungan masjid, meski menempuh pendidikan di sekolah umum. Hal itu membuatnya menyadari betul peran masjid dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kalau kita ingin masjid ini hidup dan berkembang, perbanyaklah aktivitas di dalamnya. Dari sanalah akan lahir masyarakat yang beriman, bertakwa, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa,” tegasnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama per 6 September 2024, Kepulauan Riau tercatat memiliki 2.046 masjid.
Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Ansar, terus mendorong peran masjid sebagai pusat peradaban dengan berbagai program, di antaranya pemberian insentif kepada 13.348 tokoh agama dan guru pendidikan non-formal, serta pengiriman mubaligh ke 50 pulau terpencil.
Selain itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan bahwa Provinsi Kepri berhasil meraih predikat provinsi dengan tingkat toleransi dan moderasi beragama terbaik pertama di Indonesia pada 2023, serta peringkat kedua pada 2024.
“Kepri adalah contoh terbaik dalam menjaga toleransi beragama. Namun, kita tetap harus menjaga akidah dan membangun optimisme umat,”
“Membangun Kepri tidak bisa sendiri, harus dengan semangat gotong royong dalam bingkai keberagaman dan keimanan,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Mahadir Ritonga.
Dalam ceramahnya, Ustadz Mahadir menekankan pentingnya membangun masjid dan mengelolanya secara profesional agar mampu menjadi pusat peradaban umat Islam.

