HARIANMEMOKEPRI.COM — Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar haul dan Istighotsah dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-242 Kota Tanjungpinang. Kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan di Masjid Besar Al Uswah, Jalan D.I. Panjaitan Km 10, Selasa (6/1/2026).

Ratusan jamaah dari berbagai majelis pengajian tampak antusias mengikuti Istighotsah yang dipimpin oleh KH Sunaryo.

Seluruh jamaah hadir mengenakan pakaian putih sebagai simbol kesucian dan kekhusyukan dalam berdoa.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Majelis Zikir Daarul Wafa Kepulauan Riau atas peran aktifnya dalam menyukseskan pelaksanaan haul dan Istighotsah tersebut.

Menurut Lis, kegiatan ini merupakan ikhtiar mulia dalam meneguhkan nilai-nilai keimanan, mempererat kebersamaan, serta memperkuat jati diri masyarakat Tanjungpinang sebagai kota yang religius dan berbudaya.

“Seluruh tenaga, waktu, dan pengorbanan yang dicurahkan diharapkan menjadi amal ibadah yang bernilai pahala serta menjadi wasilah turunnya keberkahan bagi masyarakat,” ujar Lis.

Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menata niat, memperbanyak doa dan zikir, serta menyiapkan infak dan sedekah terbaik sebagai wujud kepedulian dan kontribusi nyata dalam membangun kehidupan beragama dan sosial yang harmonis di Kota Tanjungpinang.

“Melalui haul dan Istighotsah ini, kita bersama-sama memanjatkan doa, memohon ampunan, rahmat, dan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Kota Tanjungpinang senantiasa diberkahi, dijauhkan dari segala bala dan musibah, serta diberikan kekuatan untuk terus berbenah dan melangkah maju,” tambahnya.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Berbenah Hati, Membangun Budi, Melestarikan Budaya dan Tradisi”. Tema ini mengandung makna mendalam sebagai ajakan untuk melakukan muhasabah diri, membersihkan niat, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

“Dari hati yang bersih diharapkan lahir sikap jujur, ikhlas, dan penuh kepedulian,” kata Lis.

Lebih lanjut, membangun budi dimaknai sebagai upaya meneguhkan akhlak mulia, adab, dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam menjaga keharmonisan sosial, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.

Sementara itu, melestarikan budaya dan tradisi dipandang sebagai ikhtiar bersama untuk menjaga warisan leluhur yang sarat nilai kearifan lokal, keagamaan, dan jati diri Melayu yang religius. Budaya dan tradisi tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber nilai dan inspirasi dalam menata kehidupan masa kini.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Tanjungpinang, Erizal, turut mengapresiasi pelaksanaan Istighotsah yang disejalankan dengan peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

“Mari kita doakan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar diberikan kemudahan serta ketabahan,” pungkasnya.