Kegiatan tersebut mengusung tema “Berbenah Hati, Membangun Budi, Melestarikan Budaya dan Tradisi”. Tema ini mengandung makna mendalam sebagai ajakan untuk melakukan muhasabah diri, membersihkan niat, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

“Dari hati yang bersih diharapkan lahir sikap jujur, ikhlas, dan penuh kepedulian,” kata Lis.

Lebih lanjut, membangun budi dimaknai sebagai upaya meneguhkan akhlak mulia, adab, dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam menjaga keharmonisan sosial, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.

Sementara itu, melestarikan budaya dan tradisi dipandang sebagai ikhtiar bersama untuk menjaga warisan leluhur yang sarat nilai kearifan lokal, keagamaan, dan jati diri Melayu yang religius. Budaya dan tradisi tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga sumber nilai dan inspirasi dalam menata kehidupan masa kini.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakanmenag) Tanjungpinang, Erizal, turut mengapresiasi pelaksanaan Istighotsah yang disejalankan dengan peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama.

“Mari kita doakan saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar diberikan kemudahan serta ketabahan,” pungkasnya.