Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menata niat, memperbanyak doa dan zikir, serta menyiapkan infak dan sedekah terbaik sebagai wujud kepedulian dan kontribusi nyata dalam membangun kehidupan beragama dan sosial yang harmonis di Kota Tanjungpinang.

“Melalui haul dan Istighotsah ini, kita bersama-sama memanjatkan doa, memohon ampunan, rahmat, dan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Kota Tanjungpinang senantiasa diberkahi, dijauhkan dari segala bala dan musibah, serta diberikan kekuatan untuk terus berbenah dan melangkah maju,” tambahnya.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Berbenah Hati, Membangun Budi, Melestarikan Budaya dan Tradisi”. Tema ini mengandung makna mendalam sebagai ajakan untuk melakukan muhasabah diri, membersihkan niat, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

“Dari hati yang bersih diharapkan lahir sikap jujur, ikhlas, dan penuh kepedulian,” kata Lis.

Lebih lanjut, membangun budi dimaknai sebagai upaya meneguhkan akhlak mulia, adab, dan etika dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam menjaga keharmonisan sosial, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman.