HARIANMEMOKEPRI.COM – Semarak Pawai Takbir Idul Adha 1446 Hijriah menyelimuti kawasan Jalan Hang Tuah, tepatnya di depan Gedung Daerah Tepi Laut Tanjungpinang, Kamis (5/6/2025) malam.
Ribuan masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan pawai yang berlangsung meriah dan penuh suka cita.
Pawai takbir tersebut dilepas langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dengan rute dimulai dan berakhir di depan Gedung Daerah.
Sebanyak 90 peserta turut ambil bagian dalam pawai ini, terdiri dari 58 peserta umum dan 32 dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Tanjungpinang.
Para peserta menampilkan berbagai dekorasi kreatif sambil mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid sepanjang jalan.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam sambutannya mengatakan bahwa gema takbir Idul Adha merupakan momen sakral yang dirayakan oleh umat muslim di seluruh dunia, termasuk di Provinsi Kepulauan Riau dan khususnya Kota Tanjungpinang.
“Kita merayakan Hari Raya Idul Adha dengan memusatkan perhatian pada semangat pengorbanan. Meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Siti Hajar yang mengikhlaskan anak tercintanya, Nabi Ismail AS, sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah SWT,” ujar Ansar.
Ia menambahkan, nilai-nilai pengorbanan tersebut harus terus menjadi inspirasi dan teladan bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan dan tugas pengabdian.
“Marilah kita petik hikmah Idul Adha ini untuk meningkatkan semangat pengorbanan dan keikhlasan dalam menjalankan tugas di hadapan Allah SWT,” lanjutnya.
Senada dengan Gubernur, Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah juga menyampaikan harapannya agar semarak pawai takbir ini menjadi pengingat akan nilai keikhlasan dan kesabaran di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
“Kegiatan ini memberikan pelajaran berharga tentang keikhlasan dan kesabaran. Kita harap nilai-nilai itu dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui semangat pengorbanan,” tutur Lis.
Pawai takbir Idul Adha ini menjadi penanda semangat kebersamaan warga Tanjungpinang dalam merayakan hari besar keagamaan, sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan dan kebudayaan lokal.

