HARIANMEMOKEPRI.COM — Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Lingga dari Fraksi Partai Demokrat, Daniel, menghadiri kegiatan sembahyang dan doa keselamatan warga Tionghoa yang dilaksanakan di Klenteng Hiang Tiang Siang Ti, Desa Rejai, Kecamatan Bakung Serumpun, Kabupaten Lingga, Sabtu malam (3/1/2026).
Kehadiran Daniel dalam kegiatan tersebut tidak sekadar memenuhi undangan, melainkan sebagai bagian dari masyarakat Tionghoa yang hidup berdampingan dan tumbuh bersama masyarakat Kabupaten Lingga dalam suasana keberagaman.
“Kegiatan ini bukan hanya diikuti oleh warga Tionghoa Desa Rejai, tetapi juga dihadiri masyarakat dari Pancur, Centeng, Daik Lingga, Senayang, Kudung hingga Sungai Pinang,” ujar Daniel di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, sembahyang dan doa keselamatan tersebut merupakan tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan secara bergantian di wilayah pesisir, khususnya bagi masyarakat Tionghoa yang bermukim di daerah kepulauan dan pesisir laut.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki makna yang mendalam, tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali persaudaraan serta memperkuat keharmonisan antarumat beragama.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memohon keselamatan bagi seluruh masyarakat, agar wilayah kita dijauhkan dari bencana serta senantiasa diberikan ketenteraman dan kedamaian,” ungkap Daniel.
Selain itu, sembahyang keselamatan di klenteng juga menjadi bentuk ungkapan rasa syukur atas perlindungan yang telah diterima, sekaligus memohon berkah, kesehatan, rezeki, serta kehidupan yang lebih baik dan harmonis di masa mendatang.
Tradisi ini umumnya dilaksanakan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek sebagai refleksi spiritual dan doa bersama agar tahun yang akan datang membawa keberkahan bagi umat dan lingkungan sekitar.
Daniel menilai, kegiatan seperti ini sangat penting dalam menjaga nilai toleransi dan kelestarian budaya yang telah lama tumbuh di Kabupaten Lingga.
“Harapan saya, tradisi sembahyang dan doa keselamatan ini terus dilestarikan sebagai simbol kebersamaan, toleransi, dan keharmonisan antarumat beragama. Inilah wajah Lingga yang kita banggakan, hidup rukun dalam keberagaman,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Polres Lingga, Kepala Desa Rejai, serta para tokoh masyarakat setempat.

