Tradisi ini umumnya dilaksanakan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek sebagai refleksi spiritual dan doa bersama agar tahun yang akan datang membawa keberkahan bagi umat dan lingkungan sekitar.
Daniel menilai, kegiatan seperti ini sangat penting dalam menjaga nilai toleransi dan kelestarian budaya yang telah lama tumbuh di Kabupaten Lingga.
“Harapan saya, tradisi sembahyang dan doa keselamatan ini terus dilestarikan sebagai simbol kebersamaan, toleransi, dan keharmonisan antarumat beragama. Inilah wajah Lingga yang kita banggakan, hidup rukun dalam keberagaman,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan. Turut hadir dalam kegiatan tersebut anggota Polres Lingga, Kepala Desa Rejai, serta para tokoh masyarakat setempat.

