HARIANMEMOKEPRI.COM — Agus Harimurti Yudhoyono yang merupakan Ketua Umum Partai Demokrat pada tanggal 14 Maret lalu menyampaikan pidato politik dihadapan ribuan kader di lapangan tenis indoor, Senayan Jakarta.

Diketahui dalam pidatonya Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan pandangannya mengenai posisi Demokrat terhadap sejumlah isu,

Mulai dari hutang pemerintah yang terus melonjak hingga mengkritik program pemerintah terkait food estate.

Agus Harimurti Yudhoyono sempat menyinggung hutang pemerintah yang diduga naik menjadi tiga kali lipat sebagimana dikutip harianmemokepri.com di kanal youtube Kompas Tv pada 15 Maret 2023.

Baca Juga: Mario Dandy Satrio Tersangka Penganiayaan Belum dijenguk oleh Keluarga

Di dalam pidatonya Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan bahwa data Kementerian Keuangan yang menyebut hutang pemerintah mencapai Rp 7.733 triliun pada awal tahun 2023.

Menurut Agus Harimurti Yudhoyono, hutang pemerintah tersebut tak lain adalah dampak dari persoalan ekonomi Indonesia yang semakin rumit akibat keuangan negara yang tak dikelola dengan baik.

Agus Harimurti Yudhoyono juga menyebut Indonesia tengah menghadapi banyak ujian. Salah satunya terkait munculnya isu penundaan Pemilu 2024 usai terbitnya putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Menurut Agus Harimurti Yudhoyono, putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghentikan tahapan Pemilu 2024 yang tengah berjalan mengusik akal sehat dan rasa keadilan.

Baca Juga: Amy Qanita Sempat Jatuh Sakit Kini Kembali beraktivitas Dengan Buka Restoran Baru, Berikut Info Lengkapnya

Selain itu, Agus Harimurti Yudhoyono berharap TNI hingga Badan Intelijen Negara (BIN) bersikap netral di Pemilu 2024. Selain TNI dan BIN, dirinya juga berharap sikap netralitas yang sama ditunjukkan oleh aparat penegak hukum lainnya.

Terkait Food estate, Agus Harimurti Yudhoyono menyebut banyak akademisi pertanian dan aktivis lingkungan mengkritik kebijakan Food estate ini.

Menurut Agus Harimurti Yudhoyono, Food estate merupakan program yang hanya mengandalkan ekstensifikasi lahan saja, tetapi mengabaikan faktor ekologi dan sosial. Itulah rangkuman dari isi pidato Agus Harimurti Yudhoyono dalam pidato dirinya pada 14 Maret lalu di Tenis Indor Senayan.***