“Kami sedang melakukan penyelidikan, jadi belum bisa disampaikan penyebabnya,” katanya.

Di lokasi kejadian, dua unit armada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tanjungpinang berjibaku memadamkan kobaran api hingga proses pendinginan.

Sementara itu, petugas PLN turut melakukan pemutusan aliran listrik untuk mencegah risiko yang lebih besar.

Pemilik dapur warung, Hariani, mengaku kebakaran terjadi saat dirinya sedang merebus sekitar 15 liter air untuk membuat teh.

Ia kemudian masuk ke kamar mandi, namun ketika kembali api sudah membesar dan dengan cepat menyambar barang-barang di dalam dapur.

“Saya sedang masak air teh sekitar 15 liter. Setelah itu saya ke kamar mandi. Pas saya kembali, api sudah besar dan cepat menyambar karena di dalam banyak pakaian,” ungkap Hariani.

Proses pemadaman dan pendinginan berhasil diselesaikan sekitar pukul 13.29 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian materiil masih dalam pendataan. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran.