Dari perspektif keagamaan, ia menambahkan bahwa penanaman nilai moral dan etika sejak dini akan membentuk kompas kehidupan seseorang, sehingga mampu menjaga diri dari perbuatan yang merugikan orang lain.

KOHATI HMI Tanjungpinang-Bintan juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan kader HMI untuk aktif menyuarakan perlindungan terhadap korban serta menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.

“Kader HMI harus mampu menjadi teladan dengan menjaga integritas, akhlak, serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan,” tegasnya.

Ia berharap, kasus ini dapat menjadi momentum refleksi bersama agar seluruh pihak lebih serius dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

“Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperkuat nilai moral dan keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” tutup Nurjanah