HARIANMEMOKEPRI.COM — Suku Batak merupakan suku yang berasal dari Sumatera Utara dari rumpun etnis yang mendiami sebagian besar wilayah di beberapa kabupaten di Sumatera Utara seperti Kabupaten Karo, Dairi, Simalungun, Asahan, dan Tapanuli Utara.

Suku Batak dibagi menjadi 6 subsuku atau yang disebut dengan istilah Puak. Subsuku dari Suku Batak yaitu Suku Batak Toba, Karo, Angkola, Mandailing, Pakpak, dan Simalungun.

Nenek moyang dari Suku Batak merupakan kelompok Proto Melayu atau yang biasa disebut juga sebagai Melayu Tua sebagaimana dikutip harianmemokepri.com di buku Suku-Suku Bangsa di Sumatera karya Giyanto pada 16 Februari 2023.

Baca Juga: Jika Salah Satu Dari 5 Perilaku Ini Ada Dalam Hubunganmu, Itu Tidak Akan Bertahan Lama

Bicara mengenai asal-usul dan sejarah Suku Batak memang terkadang menimbulkan kerancuan karena terdapat banyak versi. Hal ini diduga karena minimnya catatan sejarah dan literatur yang ditemukan, sehingga asal-usul dari suku ini belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Suku Batak dibagi ke dalam 6 sub suku atau Puak. Setiap Puak memiliki nama-nama marganya masing-masing.

Hal ini berkaitan dengan sistem kekerabatan dan berfungsi untuk memberi tanda adanya tali persaudaraan pada orang Batak yang bermarga dari Puak yang sama.

Baca Juga: 5 tips cara memuaskan suami di atas ranjang, Istri Patut Coba Ini

Orang Batak juga menganut paham patrilineal yaitu paham garis keturunan bapak sehingga jika terdapat seorang anak dari Suku Batak yang lahir maka akan mengikut marga dari sang ayah.

Penting untuk diketahui, hingga saat ini terdapat hampir 500 marga Suku Batak. Sehingga setiap Puak memiliki banyak marga.

Bahasa Batak terbagi ke dalam beberapa logat tergantung dari Puak mana ia berasal. Macam-macam logat yang dimiliki Suku Batak yaitu:

Baca Juga: Pernah Alami Sakit Lutut ? Rupanya 3 Gejala ini Penyebabnya

1. Logat Karo, digunakan oleh Suku Batak Karo
2. Logat Pakpak, digunakan oleh Suku Batak Pakpak
3. Logat Simalungun, digunakan oleh Suku Batak Simalungun
4. Logat Toba, digunakan oleh Suku Batak Toba, Angkola, dan Mandailing.

Sementara untuk agama atau kepercayaan yang dianut, saat ini sebagian besar Suku Batak menganut agama Kristen Protestan dan sebagian lainnya Katolik dan Islam.

Rumah adat Suku Batak dinamakan Rumah Bolon. Rumah Bolon bila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti “rumah besar” yang merupakan suatu penggambaran dari rumah Bolon yang memang berukuran besar yaitu memiliki panjang sekitar 10-20 meter.

Baca Juga: Pernah Hubungan LDR dengan Pacar Anda ? Ternyata Ada Manfaatnya Juga, Simak Penjelasannya

Tradisi dan kebudayaan Suku Batak :

1. Tradisi Mangulosi, merupakan acara pemberian kain tenun khas Batak yaitu kain Ulos oleh sosok yang dituakan atau disebut dengan hula-hula.

2. Tari Tor-tor, merupakan tari khas Sumatera Utara lebih tepatnya tari tradisional dari Suku Batak. Tari ini biasa dipentaskan pada berbagai acara seperti upacara adat dan keagamaan, pernikahan ataupun penyambutan tamu.

3. Merantau, tradisi ini berlaku untuk anak laki-laki yang menginjak usia dewasa dimana mereka diharuskan untuk merantau dan belajar untuk bekerja dan hidup mandiri.

Baca Juga: Kenapa Laki-laki Susah Move On dari Cinta Pertama? Ternyata Ini Alasannya

4. Kenduri Laut, merupakan upacara adat yang dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang telah didapatkan selama 1 tahun.

5. Martarombo, guna menjaga tali persaudaraan, saat di perantauan biasanya orang Batak akan melakukan tradisi Martarombo yang artinya mencari saudara.***