HARIANMEMOKEPRI.COM — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, para pedagang bendera musiman di Kabupaten Pemalang mengeluhkan sepinya pembeli.
Penurunan omzet ini dinilai berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya ramai pembeli.
Wahyudi, pedagang bendera di Jalan Gatot Subroto, Pemalang, mengatakan penjualannya tahun ini merosot tajam. Ia menduga, banyak masyarakat beralih membeli bendera secara online yang menawarkan harga lebih murah dan kemudahan transaksi.
“Omzet tahun ini sedikit sekali, sehari hanya dua hingga tiga orang yang membeli. Penjual bendera online berdampak bagi kami pedagang musiman di pinggir jalan,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Wahyudi menjual bendera dengan harga Rp20.000 hingga Rp30.000 per lembar. Menurutnya, ukuran kecil dengan panjang 120 sentimeter menjadi yang paling diminati.
Keluhan serupa juga diungkapkan Sandy, pedagang bendera lainnya. Ia menyebut, pembeli tahun ini jauh berkurang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini sepi pembeli, sehari hanya 3-5 orang yang beli. Banyak yang tidak beli bendera baru, memilih memakai bendera lama,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga Kecamatan Pemalang, yang juga bernama Sandy, mengaku lebih memilih membeli bendera secara online.
Selain harganya lebih terjangkau, pembelian di marketplace juga dianggap lebih praktis.
“Kalau di online Rp10 ribu, kalau offline bisa sampai Rp30 ribu,” tuturnya.

