HARIANMEMOKEPRI.COM – Fenomena maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng) di kawasan Masjid Agung Kabupaten Pemalang menjadi sorotan masyarakat.

Keberadaan mereka dinilai mengganggu kenyamanan jemaah serta ketertiban umum, terutama setiap pelaksanaan pengajian rutin Jumat Kliwon.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat (17/7/2026), puluhan pengemis memenuhi area pelataran hingga pintu masuk Masjid Agung.

Tidak hanya orang dewasa, sejumlah anak di bawah umur juga terlihat ikut meminta-minta kepada para jemaah.

Sebagian pengemis bahkan beraktivitas hingga ke badan jalan di sekitar masjid yang merupakan jalur lalu lintas padat, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sejumlah jemaah mengaku merasa kurang nyaman. Beberapa di antaranya menyebut ada pengemis yang mengetuk kaca mobil saat kendaraan memasuki area parkir masjid untuk meminta uang.

Salah seorang pengemudi rombongan jemaah asal Desa Mengori, Warto (50), mengatakan keberadaan pengemis yang selalu muncul setiap Jumat Kliwon membuat pemandangan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Pemalang menjadi kurang baik.