“Saya tidak menyangka bahwa batik yang saya dan teman-teman buat bisa dikenakan di acara besar seperti ini. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus belajar dan membuktikan bahwa kami bisa berubah menjadi lebih baik,” katanya.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, semakin memperkuat program pembinaan berbasis keterampilan dan kewirausahaan di Lapas Cipinang.

Batik yang dikenakan dalam ARCC 2025 ini bukan sekadar busana, tetapi simbol transformasi, rehabilitasi, dan harapan.

Diharapkan kedepannya program serupa terus berkembang, memberikan manfaat lebih luas bagi warga binaan

Selaian itu memperkokoh posisi Indonesia sebagai pelopor reformasi pemasyarakatan di tingkat internasional.( Ragil).