Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Wachid Wibowo, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini.

Ia menambahkan kehadiran batik karya warga binaan di forum internasional ini menunjukkan bahwa pembinaan di Lapas Cipinang bukan sekadar rehabilitasi, tetapi juga memberdayakan mereka dengan keterampilan bernilai tinggi.

“Ini adalah wujud nyata dari pemasyarakatan yang lebih manusiawi dan produktif,” ujar Wachid, Senin (17/2/2025)

Sementara itu, Direktur Teknologi Informasi dan Kerja Sama Pemasyarakatan, Maulidi Hilal, turut mengapresiasi program pembinaan yang dilakukan di Lapas Cipinang.

Maulidi menuturkan keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sistem pemasyarakatan Indonesia semakin progresif dan berorientasi pada pemberdayaan.

“Produk seperti batik ini tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas,” ungkapnya.

Bagi warga binaan, kesempatan ini menjadi motivasi besar untuk terus berkarya. Danil Ismanto, salah satu peserta program membatik, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya.