Oleh sebab itu, panitia menyediakan sekitar 5.000 tiket untuk mengakomodasi tingginya minat penonton.
Selain menjadi ajang adu strategi di lapangan hijau, final Turnamen Cup Delapan Dusun juga diyakini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kehadiran ribuan penonton membuka peluang usaha bagi pedagang makanan, minuman, hingga pelaku UMKM yang berjualan di sekitar lokasi pertandingan.
Panitia juga berharap penutupan turnamen dapat dihadiri oleh Bupati Lingga. Apabila berhalangan hadir, pemerintah daerah direncanakan akan mengutus perwakilan untuk menutup kegiatan secara resmi.
Di atas lapangan, duel Musai Junior kontra PSTK Tanjung Kelit diprediksi berlangsung sengit.
Kedua tim tampil konsisten sejak babak awal hingga berhasil melaju ke final, sehingga pertandingan dipastikan menyajikan persaingan ketat untuk memperebutkan trofi juara.
Jupri berharap seluruh pemain menjunjung tinggi sportivitas dan masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan tertib.
“Turnamen ini bukan sekadar mencari juara, tetapi juga menjadi ajang mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat. Semoga pertandingan berlangsung aman, sportif, dan menjadi hiburan bagi seluruh warga,” ujarnya.

