Namun, tantangan besar masih dihadapi, terutama karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia.
Dengan wilayah operasi mencapai jutaan kilometer persegi laut dan daratan, Basarnas harus menghadapi berbagai kendala seperti cuaca ekstrem, keterbatasan akses, dan jarak antarpulau yang jauh.
Di wilayah Natuna misalnya, sinergi antarinstansi menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan operasi SAR.
“Kerja sama dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat nelayan sangat membantu dalam mempercepat proses pertolongan di lapangan,” tambahnya.
Prestasi yang diraih Basarnas di tingkat internasional ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sistem SAR nasional, termasuk modernisasi alat utama, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta edukasi keselamatan kepada masyarakat.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Basarnas tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat yang sadar akan pentingnya keselamatan,” tutup Abdul Rahman.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) merupakan lembaga pemerintah non-kementerian bertugas melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan sesuai Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014.

