HarianMemoKepri.com, Aceh Tamiang – Julukan kampung lalat kini disandang oleh Kampung Suka Mulia, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu, (21/2018).
Hal itu terlihat jelas usai dipasangnya sebuah Banner Spanduk dengan tulisan yang menyatakan bahwa Kampung Suka Mulia merupakan Kampung yang memiliki Wabah Lalat.
Terkait hal tersebut awak media menemui Datok Penghulu (Kepala Desa-red) Kampung Suka Mulia, Boiran untuk mendapatkan konfirmasi secara jelas.
“Di kampung kami ada sembilan orang pengusaha ternak ayam yang mendiami sekitar tujuh titik lokasi, mereka semua merupakan masyarakat asli kampung ini,” jelas Boiran kepada Awak Media.
“Dari tujuh titik tadi, ada tiga titik lokasi peternakan yang berjarak antara 50-100 Meter dari pemukiman rumah warga dan selebihnya berada di pinggiran kampung. Namun, dari semua pengusaha tersebut hanya bisa memberikan kontribusi lalat dan bau yang tidak sedap,” tambahnya.
Spanduk yang terbentang dijalan Kampung Suka Mulia bentuk kekesalan warga. (Foto. Ist)
Meski lanjutnya, Pihak perangkat Kampung telah menggelar musyawarah dan mendapati beberapa keputusan yakni untuk merawat lingkungan bersama-sama.
“Pada tahun 2017 sekitar bulan november telah diadakan musyawarah kampung yang dihadiri Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan Muspika Kecamatan Rantau, pada kesempatan tersebut tercapai kesepakatan bersama untuk saling merawat kondisi lingkungan kandang ayam, dari hasil kegiatan tersebut 99% wabah lalat dapat teratasi,” ujarnya.
Dia juga mengatakan bahwa para pengusaha ayam juga telah berkomitmen untuk melakukan pemantauan lingkungan. Namun, hingga saat ini tidak ada tindakan sebagaimana komitment tersebut.
“Para pengusaha dengan komitmen sesama pengusaha saling bekerjasama dan saling mengontrol setiap kondisi lingkungan disekitar kandang serta memantau populasi lalat yang terus berkembang, namun hasilnya nihil, sehingga menyulut kemarahan masyarakat yang disalurkan mereka dengan cara menaikan spanduk bertuliskan selamat datang dikampung lalat,” ucapnya.
Sekedar untuk diketahui, akibat kekesalan masyarakat lainnya sehingga terkadi ‘Penyetopan’ aktifitas para pengusaha. Dan dan terlihat beberapa peralatan yang ada dipeternakan sudah mulai dipindahkan. (DJ)

