HarianMemoKepri.com, Tanjungpinang – Tiga Warga Negara Asing (WNA) yang diduga melakukan penyebaran ajaran Theologi salah satu Agama ke warga secara bekeliling dari rumah ke rumah di Perumahan Mahkota Alam Permai, Kelurahan Batu 9, Kota Tanjungpinang membuat warga resah.
Pasalnya, WNA yang mengaku dari Negara Singapura ini menyebarkan Theologi Agama Kristen dari Negara Korea dan disasarkan kepada Warga, Baik yang beragama Kristen maupun yang beragama Islam yang berada di Perumahan Mahkota Alam Permai.
WNA tersebut tidak menggunakan bahasa Indonesia ataupun bahasa Melayu, melainkan menggunakan Bahasa Inggris dalam menyampaikan ajarannya kepada warga. Imel (33) salah satu Warga Perumahan Mahkota Alam Permai mengakui bahwa didatang WNA yang berjumlah tiga orang tersebut langsung menjelaskan terkait ajaran Kristen dari Negara Korea.
“Kata mereka itu ajaran Agama Kristen dari Korea, saya juga orang Kristiani, dan saya sangat faham dengan agama Kristen. Tapi apa yang mereka sampaikan itu berbeda sekali. sehingga kalau saya nilai itu ajaran yang katanya agama Kristen tidak sama dengan ajaran Kristen yang saya ketahui selama ini, sepertinya dicampur-campur dengan kebudayaan dari Korea itu,” ungkap Imel kepada HarianMemoKepri.com, Selasa, (29/5) siang.
Imel juga mengatakan bahwa WNA tersbut sedikit memaksa untuk mengikuti ajaran tersebut. Namun, ia masih teguh atas keyakinan yang dimilikinya.
“Saya tidak mau terima lah, ada sedikit pemaksaan harus ikut ajaran yang mereka sebar itu, mereka memujuk saya untuk ikut kebaktian agar bisa faham ajaran mereka,” katanya.
Tiga WNA tersebut saat berkeliling dari rumah ke rumah untuk menyebarkan ajaran agama tersebut (foto. hmk)
Tidak hanya Imel, Pandi (42) Seorang Warga Perumahan Pinang Kencana II yang merupakan seorang Muslim tak luput dari ajakan WNA penyebar ajaran tersebut. Pandi mengungkapkan bahwa Ketiga WNA tersebut tidak ada yang mendampingi.
“Mereka cuma bertiga, ketiganya perempuan. Tidak ada yang mendampingi baik dari Otoritas Keagamaan setempat dan tanpa ada warga tempatan yang turut mendampingi, bahkan mereka mengaku dari Singapura dan mereka juga mengajak saya untuk ikuti ajaran mereka,” ucap Pandi.
“Mereka sedikit memaksa dengan menjelaskan ajaran tersebut. Saya curiga dan saya tanya-tanya tentang Identitas mereka tapi mereka mengelak dan melarikan diri. Padahal mereka sempat masuk kerumah saya, bahkan saya sempat foto mereka,” tambahnya.
Awak media ini juga sempat mengikuti gerak-gerik ketiga WNA tersebut. Dan alhasil didapati ketiga WNA tersebut sedang melakukan ‘aksi’ nya disalah satu rumah warga yang masih lagi didalam lingkungan Perumahan Mahkota Alam Permai.
Saat ditanya Awak media ini terkait kegiatannya, ketiga WNA tersebut juga terlihat kaget dan langsung beralasan bahwa sedang memperlihatkan salah satu kitab yang dipegang mereka. “We just show our Bible, and we just discuss about our religion to him (Kami hanya menunjukkan Kitab kami dan kami hanya diskusi tentang agama kami kepada bapak ini-red),” ucap salah satu WNA tersebut kepada awak media ini sambil menunjuk Pemilik rumah.
Seakan tahu bahwa kedatangan awak media ingin mengungkap kegiatannya, mereka langsung beralasan ingin pergi makan siang. ” Ok right, we want to lunch now. So, please let me go (Baiklah, Kami mau pergi makan siang sekarang. Jadi biarkan kami pergi-red),” kata salah satu WNA yang saat itu langsung mengemas beberapa buku kedalam tasnya.
Awak media inipun membiarkan kepergian mereka, Namun setelah dikonfirmasi kepada pemilik rumah bahwa benar ketiga WNA tersebut benar sedang mempromosikan ajaran agama tersebut sebelum awak media ini mempergoki ketiga WNA tersebut.
“Ia pak, sebelum bapak datang dia nunjukkan kitabnya tapi tulisannya tidak saya faham. Saya orang kristian jadi saya ngerti tentang ajaran kami. Tapi ajaran yang mereka jelaskan itu berbeda sekali dengan apa yang kita anut selama ini,” kata pemilik rumah yang enggang namanya disebutkan.
Ia juga menyatakan bahwa agama yang disebar ketiga WNA tersebut sebenarnya bukan agama Kristen sebagaimana yang diketahui. “Mereka pakai bahasa inggris dan saya tahu itu bukan ajaran Kristen dan mereka bertujuan menyesatkan kita saja, mereka nyelonong masuk aja kerumah saya,” ucapnya lagi.
Awak media ini semakin penasaran sehingga mencoba mengikuti mereka. Benar saja bahwa tidak hanya tiga orang melainkan sekitar belasan orang yang berada didalam tiga mobil berbeda yakni mobil bermerk Honda Brio warna Hijau, Mobil bermerk Avanza warna hitam dan Toyota Rush Berwarna merah yang sedang menunggu mereka di salah satu gang kecil. Seakan tahu sedang diikuti, ketiga mobil tersebut mencoba mengecoh awak media sehingga dalam keadaan hujan deras ketiga mobil tersebut berhasil meloloskan diri dari pantauan awak media.
Hingga berita ini diposting belum ada aparat terkait yang mau memberikan konfirmasi temuan WNA asal Singapura yang diduga mengajak secara paksa warga Kota Tanjungpinang menganut ajaran yang mereka sebar tersebut. (Red)









