“Belum tentu penjual makanan di pinggir jalan punya izin edar dari otoritas di Indonesia. Chiki Ngebul dibuat pakai teknologi, pasti ada vendor yang memfasilitasi. Tidak mungkin satu masyarakat bikin produk itu, kemudian diikuti oleh yang lain, karena untuk mendapatkan nitrogennya tidak mudah juga,” katanya.

Pemerintah, menurutnya, bisa memanfaatkan teknologi pangan yang dapat menjangkau informasi hingga ke tataran vendor dengan dibantu BPOM di daerah.

“(Jika memang benar vendor terlibat-red) diberikan semacam edukasi,” katanya.

Ia berpesan kepada orang tua agar tidak permisif pada apa yang diinginkan anak. Orang tua harus lebih selektif memilih dan memilah pangan olahan yang tidak lazim di pasaran.

“Perlu dapat perhatian orang tua saat mengonsumsi makanan baru, karena belum tentu aman,” katanya.