Selain tindakan represif, Karo Penmas menjelaskan pihaknya juga melakukan pendekatan preventif dan preemtif dengan memberikan pemahaman kepada anggota ormas agar tidak menyalahgunakan keorganisasiannya.
“Pembinaan ini penting agar mereka berkontribusi positif dalam menjaga ketertiban dan mendukung iklim investasi yang kondusif,” jelasnya.
Polri juga aktif mengedukasi masyarakat dan pelaku usaha agar lebih waspada terhadap aksi premanisme yang berkedok ormas.
Langkah ini, menurut Trunoyudo, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat atas berbagai modus pemerasan atau intimidasi yang kerap menyasar dunia usaha.
Polri terus melakukan edukasi kepada masyarakat dan para pelaku usaha agar lebih waspada terhadap aksi premanisme berkedok ormas.
“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat bisa ikut mencegah dan melaporkan setiap bentuk gangguan terhadap investasi,” imbuhnya.
Trunoyudo menegaskan, Polri akan menindaklanjuti dengan serius setiap laporan yang masuk dari pengusaha maupun investor terkait gangguan atau tindakan intimidasi oleh oknum anggota ormas.

