Rasa nasionalisme yang tinggi merupakan caranya menjaga warisan para pendiri bangsa, termasuk ulama, yang memerdekakan Indonesia. Pancasila menurutnya sudah final. Dasar negara selain Pancasila ia pastikan tidak dapat digunakan di Indonesia. Dengan Pancasila, Islam yang rahmatan lil alamin justru benar-benar bisa diterapkan.
Baca Juga: Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah Miliki 2613 Koleksi Benda Bersejarah
Di Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti, para santri MTs dan MA wajib mengikuti upacara bendera. Dalam berbagai acara, pesantren juga tak pernah lupa menyanyikan lagu Indonesia Raya.
“Kadang sebelum ngaji santri diminta menghafal Pancasila dan UUD 45. Sebelum salat pun kita selalu membaca doa untuk keselamatan NKRI dan kesejahteraan bangsa. Doanya anak-anak pasti hafal semua itu. Kalau ada kiai enggak setuju dengan itu ya artinya kiai liar,” ungkap dia.
Mbah Liem meninggal pada 2012 saat berusia 91 tahun. Makamnya berada di sebuah joglo kompleks pondok pesantren. Bangunan Jawa itu dinamai Joglo Perdamaian Umat Manusia Sedunia.

