Scroll untuk baca artikel
Nasional

NKRI Harga Mati Siapa Pencetus Pertama Kali? Ini Dia Tokohnya

7
×

NKRI Harga Mati Siapa Pencetus Pertama Kali? Ini Dia Tokohnya

Sebarkan artikel ini
Pendiri Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti di Klaten almarhum KH Moeslim Rifa'i Imampuro

HARIANMEMOKEPRI.COM — NKRI harga mati seringkali kita baca, dengarkan, maupun ucapkan. Namun pernahkah anda bertanya tanya siapakah sosok yang pertama kali mengucapkan dan terus mengkampanyekan NKRI harga mati sehingga menjadi slogan umum seperti sekarang?

Kita barangkali tidak mengira bahwa pencetus NKRI harga mati adalah seorang ulama. Pendiri Pondok Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti di Klaten, almarhum KH Moeslim Rifa’i Imampuro, atau akrab disapa Mbah Liem. Dalam berbagai kesempatan di kegiatan pondok, pertemuan kiai maupun acara acara umum, Mbah Liem meneriakkan NKRI harga mati.

Menurut penuturan putranya, Saifudin Zuhri, slogan. NKRI harga mati itu mulai didengungkan oleh ayahnya sejak sekitar tahun 1990-an.

Baca Juga: Apa Saja Manfaat Sarapan Bagi Tubuh Pada Waktu Pagi Simak Penjelasannya

“Pastinya saat itu beliau sudah sepuh (tua). Paling tidak itu saat berdirinya pesantren ini, sekitar 1994-1995,” ungkap Gus Zuhri, sapaannya, saat ditemui di kediamannya, Sumberejo, Desa Troso, Kecamatan Karanganom, 

Seiring berjalannya waktu, kata Zuhri, Mbah Liem melengkapi slogannya menjadi NKRI PAMD harga mati. PAMD adalah singkatan dari Pancasila Aman Makmur Damai.

“Mbah Liem pernah menulis, Dari manapun kebangsaannya, yang ingin mengganti dasar negara Pancasila, saya dhoif muslim (Mbah Liem) wajib mengingatkan, mengingatkan.Disebut dua kali artinya penekanan, tidak ada yang boleh mengganti Pancasila,” pria yang menjabat Ketua Yayasan Al-Muttaqien Pancasila Sakti itu.

Baca Juga: Judi Online Jaringan Internasional di Ringkus Polisi Pada Lokasi Berbeda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *