Para mahasiswa juga berdemonstrasi menentang peralihan peran militer ke sipil dan kurangnya subsidi gas untuk kebutuhan memasak.
Prabowo tetap populer di seluruh Indonesia. Peringkat dukungan terhadapnya mendekati 80 persen dalam survei yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei independen, termasuk yang dilakukan bulan lalu oleh Indikator Politik Indonesia.
Direktur eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa popularitas Prabowo bisa menurun seiring dengan penerapan kebijakan tersebut, mengingat jumlah warga kelas menengah di Indonesia menyusut.
“Jika pemerintah tidak menyikapi permasalahan ini dengan baik, maka akan timbul kecemasan dari kalangan kelas menengah dan bisa menurunkan popularitasnya,” ujarnya.
Demonstrasi tersebut merupakan yang terbesar sejak Agustus lalu, sebelum Prabowo menjabat, ketika DPR menunda rencana untuk merevisi undang-undang pemilu setelah ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan, melakukan pembakaran dan menghadapi semprotan gas air mata dan meriam air. [ab/ka]

