Sementara itu, Hasrul, yang namanya hanya terdiri dari satu kata, ketua Serikat Mahasiswa Universitas Negeri Makassar, mengungkapkan, “Evaluasi total terhadap program makan gratis ini perlu dilakukan, karena kami menilai program ini tidak efektif dan memerlukan biaya yang besar. Program makan gratis inilah yang menjadi penyebab fatal terjadinya pelanggaran APBN.”
Rahman Hakim, seorang mahasiswa Universitas Bung Karno, Jakarta, mengungkapkan, “Kami ingin Presiden Prabowo turun ke bawah dan lihatlah tangisan masyarakat. Harga pangan sedang naik, harga BBM naik, kesenjangan sosial semakin meningkat, dan pendidikan semakin sulit dijangkau. Ini menjadi catatan serius bagi kita semua.”
Berbicara pada aksi protes di Jakarta pada hari Kamis, Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemerintah telah menerima tuntutan-tuntutan mahasiswa dan akan mempelajarinya.
Kantor Staf Presiden (KSP) mengatakan bahwa perubahan pendanaan tidak akan berdampak pada sektor pendidikan dan kesejahteraan guru, namun dengan banyaknya kementerian yang mengurangi belanja negara, muncul kekhawatiran bahwa hal tersebut dapat mengganggu layanan pemerintah.

