Serta mengimplementasikan keadilan restoratif di tengah masyarakat seperti launching Rumah Restorative Justice dalam rangka menciptakan keharmonisan, kedamaian, dan mendekatkan keadilan di masyarakat, serta inovasi program baru Jaksa Menjawab yang dinilai lebih humanis.
Baca Juga: Kasus Penemuan Bayi Laki laki Dalam Tahap Lidik, Pihak Polisi Curigai R Saat Ini Masih DPO
Lebih lanjut Fachrizal Afandi mengatakan bahwa peningkatan kepercayaan publik juga tak lepas dari penanganan perkara besar dari tindak pidana umum seperti perkara pembunuhan berencana Ferdy Sambo, narkotika Teddy Minahasa Putra, penganiayaan Mario Dandy, dan perkara tindak pidana pencucian uang Indosurya serta korupsi tindak pidana khusus dari korupsi Asabri, BTS 4G, Duta Palma Grup, Waskita Karya, dengan kerugian sekitar Rp140 Triliun.
Terakhir, Fachrizal Afandi menuturkan upaya lain dari Jaksa Agung dalam meningkatkan integritas Kejaksaan guna mempertahankan kepercayaan publik yaitu perintah Jaksa Agung ke seluruh jajaran, pemulangan Daftar Pencarian Orang (DPO), dan penanganan Perkara Pinangki.
Baca Juga: Layanan Kesehatan Klinik dan Laboratorium Kimia Farma Hadir di Tanjungpinang, Ini Dia Fasilitasnya
Sementara itu Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana menyampaikan bahwa Kejaksaan RI melaunching 14 buku dan memamerkan 46 buku, yang merupakan karya insan Adhyaksa seluruh Indonesia.
Adapun buku ini diharapkan menjadi bahan literasi untuk kepentingan penegakan hukum baik bagi praktisi maupun akademisi, guna berkarya lebih baik khususnya karya ilmiah.

