HARIANMEMOKEPRI.COM — Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) memberikan penghargaan kepada salah seorang siswi difabel SMKN 2 Kasihan Yogyakarta Ariani Nisma Putri, Selasa (13/2023).
Penghargaan dari Kemendikbudristek ini tidak lepas dari penampilan Ariani Nisma Putri yang baru saja meraih Golden Buzzer di acara Americas Got Talent 2023 dan memukau para dewan juri serta penonton pada Americas Got Talent 2023.
Baca Juga: Kapolresta Barelang Perintahkan Seluruh Jajarannya Untuk Berikan Himbauan Terkait TPPO
Saat berada di Kantor Kemendikbudristek, Ariani Nisma Putri begitu sumringah ketika bertemu dengan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim. Dihadapan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Ariani Nisma Putri menceritakan pengalamannya dalam menempuh pendidikan dan menekuni talentanya di bidang musik dan tarik suara.
“Terima kasih, Pak. Aduh, akhirnya ketemu juga sama Bapak (Nadiem Anwar Makarim_red), Sekolah Putri mendukung secara penuh, memberikan semua yang terbaik yang mereka bisa berikan. Contohnya, sekolah masih memberikan pelajaran ke Putri secara daring. Guru-guru juga membantu Putri mendeskripsikan gambar dan partitur ke dalam tulisan, sehingga Putri bisa memahaminya dengan sangat baik,” jelas Putri sapaan akrabnya.
Ariani Nisma Putri merasa terbantu dengan pembelajaran sekolah yang membebaskan Putri dan guru dalam memilih sarana belajar mengajar. Di samping itu, Putri ternyata memiliki cara sendiri dalam belajar.
“Kalau di sekolah Putri punya cara belajar sendiri Pak, pakai teknologi. Jadi Putri pakai handphone dan laptop biasa, kemudian dibantu screen reader. Putri bisa mengarsipkan sendiri materi-materi sekolah di laptop,”ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, ibu kandung Putri Reni Alfianty menceritakan pembelajaran yang memerdekakan bagi Putri di sekolah. Kesuksesan Putri hingga masuk ke semifinal ajang bakat internasional ternyata dikonversi pihak sekolah sebagai bentuk Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Jadi waktu di acara (America’s Got Talent_red) itu, Putri bawa name tag sekolahnya dan minta difoto. Saya bilang kenapa?”. Ternyata untuk bukti PKL nya,” terang Ibu Reni.
Sementara ayah Putri, Ismawan Kurnianto kepada Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menceritakan tentang peran orang tua untuk memaksimalkan talenta Putri. Sejak kecil, Putri sudah diberikan kebebasan untuk memilih.
Ayah Putri melanjutkan ketika Putri memilih untuk bermimpi menjadi diva dunia, Ismawan dan istri kemudian menggambarkan risiko dan tantangan yang kemungkinan akan dihadapi untuk meraih mimpi Putri. Tapi mimpi menjadi diva ternyata sudah teguh dipilih Putri sejak kecil.
Baca Juga: Gubernur Kepri dan Bupati Karimun Bahas Pengembangan Bandara RHA Bersama Menteri Perhubungan
“Kami minta dia yang memilih dan yakin dengan pilihannya. Karena kalau dia tidak yakin dengan dirinya sendiri, saya khawatir Putri di tengah-tengah jalan menyesal. Karena dunia hiburan itu menurut saya paling berat dan jalannya cukup terjal. Tapi Putri bilang “it’s okay, Mah”. Sejak itu kami mendukung penuh mimpinya,” terang Ismawan kepada Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim
Merespon hal ini, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim mengapresiasi semangat luar biasa Putri dan juga orang tua yang mendukung perjalanan Putri selama menempuh pendidikan di sekolah umum.
“Menurut saya pengalaman Putri sangat menggambarkan konsep Merdeka Belajar. Di mana orang tua mengikuti minat dan bakat dan memberikan kebebasan dalam mengajarkan Putri. Saya akan sangat senang kalau Putri bisa membuat lagu tentang Merdeka Belajar,” kata Nadiem.
Baca Juga: Bangun Drainase 500 Meter Untuk Atasi Banjir, Rahma: Solusi Bagi Warga Perumahan Taman Harapan Indah
Di sela-sela perbincangan, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim turut mendengarkan lagu “Permata Indah Dunia” yang dibuat dan dinyanyikan oleh Putri.
“Saya mau menjadi diva dunia, seperti Whitney Houston, Pak. Saya alhamdulillah punya kelebihan pitch perfect (dapat mengidentifikasi not musik dengan sempurna hanya dengan mendengar). Kalau dari tadi saya dengar nada bicara Bapak di C mayor,” kata Putri yang disambut tawa dan decak kagum dari Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.
Untuk mendukung mimpi Putri berkuliah di kampus impiannya, Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menyampaikan akan membantu Putri lewat Beasiswa Indonesia Maju (BIM).
Baca Juga: Hadiri Pelantikan Pengurus DPD PKDP, Ansar Ahmad Meminta Doa Kepri Jadi Lumbung Ekonomi Nasional
“Inspirasi Putri untuk negara ini luar biasa. Maka dari itu kami ingin merealisasikan mimpi Putri untuk berkuliah di kampus impian Putri, yang seleksinya sangat ketat. Jadi kami akan mendukung penuh lewat Beasiswa Indonesia Maju,” ungkap Nadiem yang disambut tangis haru Putri.
Program BIM (Beasiswa Indonesia Maju), yang pada tahun ini juga menyasar siswa kelas menengah atas dan sederajat, juga akan membantu penerima beasiswa mulai dari persiapan memasuki perguruan tinggi pilihannya.
Baca Juga: Sejumlah ASN Lingkungan Pemko Tanjungpinang Yang Memasuki Masa Purna Bhakti Diberikan Pembekalan
“Jadi selain beasiswa penuh saat kuliah nanti, dalam proses pendaftaran Putri ke kampus, persiapan untuk tes juga akan didukung lewat beasiswa ini,” jelas Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.
Menutup pertemuan, Putri menyampaikan terima kasih kepada Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dan Kemendikbudristek karena sudah mendukung impiannya untuk berkuliah di tahun depan.
“Terima kasih. Aku senang banget. Soalnya dari kecil impianku mau kuliah di The Juilliard School,” tutup Putri.***

