HarianMemoKepri.com, Hukrim – Berniat menagih utang, seorang ibu di Lampung Selatang, malah ditusuk oleh orang yang ditagihnya. Silviana (35) warga Desa Gunung Terang, Kecamatan Kalianda, menagih utang dengan membawa anaknya yang berumur 4 tahun. Dikutip dari okezone, Yudi, warga setempat mengatakan, Silviana ditemukan sudah terkapar bersimbah darah dengan luka tusukan senjata tajam di beberapa bagian tubuh di Jalan Raya Pantai Ketang, Kelurahan Way Urang, Kalianda, Minggu, (01/4) Yudi berujar, sebelum menemukan korban, dia dan beberapa warga mendengar tangisan anak kecil. Warga yang mencari sumber tangisan melihat anak kecil tersebut menangis di samping korban yang saat itu pingsan. Warga pun langsung membawa korban ke Rumah Sakit Bob Bazar, Kalianda untuk mendapatkan pertolongan medis. “Korban mengalami sekitar lima tusukan di tubuhnya. Bagian punggung hingga mengenai paru-paru, dada, leher sebelah kiri, sayatan di tangan kanan dan kirinya serta luka memar pada bagian wajahnya,” katanya. Suami korban, Ekowiyono (40) mengatakan, sebelum kejadian istrinya pamit ingin bertemu dengan seorang bernama Hakim (45), warga Desa Sidomakmur, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan. Pertemuan itu diadakan karena Hakim mengatakan ingin membayar utang sebesar Rp130 juta kepada korban. Kasat Reskrim Polres lampung Selatan, AKP Effendi menjelaskan, pelaku penusukan itu adalah Hakim dan dua orang rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran polisi. “Pelaku ditangkap di Jalan Raya Sidomulyo tepatnya di depan SPBU Desa Sidomulyo Lama, Kecamatan Sidomulyo tadi sore,” katanya. Berdasarkan keterangan pelaku, dia dan dua orang rekannya itu mendorong korban dari sepeda motor saat korban baru sampai di lokasi yang ditentukan. Ketiganya langsung menghujani korban dengan tusukan pisau. Setelah itu para pelaku kabur membawa sepeda motor korban dan uang tunai sebanyak Rp1 juta serta satu unit ponsel milik korban. Dugaan sementara motif penusukan itu adalah karena pelaku tidak bisa membayar utang kepada korban. Diduga, pelaku pun sudah merencanakan penusukan tersebut (Red)