Secara fisik hutan mangrove berfungsi dan bermanfaat sebagai penahan abrasi pantai, penahan ombak, penahan angin,penahan peresapan air laut, menurunkan kandungan gas karbondioksida (Co2) di udara dan bahan-bahan pencemaran diperairan rawa pantai.
Secara biologi hutan mangrove berfungsi dan bermanfaat sebagai tempat hidup, berlindung, mencari makan, dan asupan biota laut, ikan dan udang serta satwa liar lainnya seperti monyet, buaya muara, biawak dan burung.
Sedangkan kegiatan budidaya ikan lele merupakan wujud peran serta TNI dalam memacu pemanfaatan Potensi Maritim sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan kearifan lokal yang pada akhirnya dapat meningkatkan ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Riau.
Selanjutnya orang nomor satu di Lantamal IV Tanjungpinang mengatakan pada akhir sambutannya bahwa pemberdayaan wilayah pertahanan memiliki hakekat membantu pemerintah dalam menyiapkan potensi nasional, menjadi kekuatan pertahanan negara yang disiapkan secara dini.
“Meliputi wilayah pertahanan bersama kekuatan pendukungnya berupa Sumber Daya Nasional,” ucap Danlantamal.
Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten II, Wadalantamal IV, Para Pejabat Utama Mako Lantamal IV, Karumital Midiato Surtani, Danlanud RHF, Danlanudal Tanjungpinang, Kadis Pertanian dan Perikanan Kota Tanjungpinang.
Juga Kadis LDH Kota Tanjungpinang, Kepala BPDAS Povinsi Kepri, Para Kadis/ Dan/Kasatker Lantamal IV, Camat Tanjungpinang Kota, Camat Tanjungpinang Timur, Lurah Kapung Bugis, Lurah Batu Sembilan, Pengurus Jalasenastri Korcab IV DJA I.
Sumber| Dok.|Â Dispen Lantamal IV Tanjungpinang

