Bintan – Sebuah Mobil jenis minibus merek Suzuki APV Arena warna silver BP 1080 DC ludes dilahap api di Jalan Tanjung Permai atau tepatnya depan Gerbang Perbatasan Kelurahan Tanjung Permai Kecamatan Sri Kuala Lobam, Minggu ( 13/03 ) siang.
Diketahui mobil APV ini datang dari arah Pasar Baru Tanjung Uban, dan setiba di jalan potong dari Pasar Baru menuju Perumahan Tanjung Permai.
Pengemudi mobil T Aritonang ( 42 ) mengatakan dirinya ke Pelabuhan Tanjung Uban menjemput rombongan dari Batam untuk mengikuti acara adat di Perumahan Tanjung Permai, namun sewaktu hendak berangkat dari pelabuhan, mobil tidak dapat di stater, lalu didorong untuk menghidupkannya.
Saat di jalan potong dari Pasar Baru (jalan Tanjung Permai), menuju Perumahan Tanjung Permai, dirinya mengatakan ada beberapa pengendara sepeda motor menunjuk ke dia, tapi tidak diketahui apa maksud menunjuk mobil yang dikendarainya.
“Setelah pengendara ketiga berteriak api, maka saya langsung berhenti dan menepikan mobil. Saya langsung menepikan kendaraan, dan turun bersama dengan penumpang lainnya tujuh orang, yang turut di mobil tersebut dan baru datang dari Batam dan dijemput dari pelabuhan,” jelas Aritonang yang merupakan Guru SMK di Bintan ini.
Kasatlantas Polres Bintan AKP Kartijo mengungkapkan sekira pukul 12 :25 Wib Mobil Suzuki APV Arena warna silver bergerak dari gereja YKPI menuju Tanjung Permai dengan penumpang 7 orang dan dikemudikan oleh Aritonang.
“Pukul 12:30 mobil tersebut diberitahu oleh pengendara sepeda motor dari belakang bahwa ada asap yang keluar dari bawah kolong belakang mobil, pada saat di TKP pengemudi dan penumpang merasakan hawa panas keluar dari bawah kolong mobil dan memberhentikan mobil tersebut. Pengemudi serta penumpang langsung keluar dari mobil pada saat keluar dari mobil api sudah mulai membesar dan membakar,” jelas Kartijo.
Kebakaran sebuah mobil itu disebabkan arus pendek listrik. Mobil sudah dievakuasi di bawa ke Kantor Lantas Polres Bintan.
“Pada saat personel piket laka dan Polsek Bintan Utara tiba di lokasi pengemudi serta penumpang sudah meninggalkan lokasi dan menuju rumah. Kerugian di taksir Rp 80 Juta rupiah,” pungkasnya.

