Respons positif datang dari berbagai pihak. Kepala Kanwil Imigrasi Sumatera Selatan, Guntur Sahat, menyebut kehadiran 5PM Cafe sebagai terobosan kreatif.
“Ini bukan cuma soal kopi. 5PM Cafe jadi ruang rehat yang menyenangkan, memberikan semangat baru di tengah rapat yang padat,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Kanwil Pemasyarakatan Sulawesi Utara, Tonny Nainggolan. Ia menilai gerai ini menciptakan atmosfer kekeluargaan di tengah kegiatan formal.
“Ini bukti bahwa pembinaan bisa menyatu dengan ritme kerja. Ada nilai kemanusiaan dan kebersamaan yang sangat terasa,” ujarnya.
Tak berhenti di sini, 5PM Cafe akan kembali tampil dalam ajang Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) 2025 yang berlangsung di Aloha Pasir Putih PIK 2, pada 8–10 Agustus 2025.
Festival ini menjadi panggung lanjutan untuk memperkenalkan lebih luas karya kreatif warga binaan kepada masyarakat.
Kegiatan Rakor Kemenimipas ini juga menjadi momentum penguatan tata nilai PRIMA: Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel.

