Menurutnya, para guru PAUD tetap menjalankan tugas mendidik meski honor belum diterima.
Sementara itu, para kontraktor telah menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak dan masih menunggu pembayaran dari pemerintah daerah.
Frans juga meminta Pemkab Lingga lebih bijak dalam menentukan skala prioritas penggunaan anggaran selama masih terdapat kewajiban yang belum diselesaikan kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Lingga jangan mementingkan kepentingan perut-perut di pemerintahan. Selesaikan dulu hak-hak yang masih menjadi problema hingga saat ini. Jangan egois,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pembiayaan BKAD Kabupaten Lingga, Muhammad Assidiqi, menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih melakukan rekapitulasi utang kepada pihak ketiga dan berupaya menyelesaikan pembayaran secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.
Terkait honor guru PAUD, Assidiqi mengatakan anggaran pembayaran bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) bidang pendidikan yang hingga kini belum diterima oleh Pemerintah Kabupaten Lingga.

