Menurut Harif, hasil tangkapan kerap di luar dugaan. Ikan dingkis bahkan bisa masuk ke tangkul kelong dalam jumlah besar saat musim sedang bagus.
“Kalau sedang musim dan beruntung, hasilnya bisa banyak sekali. Bisa dibilang seperti dapat durian runtuh,” tambahnya.
Untuk wilayah Pancur dan sekitarnya, harga ikan dingkis saat ini mencapai Rp150 ribu per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa.
Lonjakan harga ini tak lepas dari meningkatnya konsumsi ikan menjelang Imlek, yang dalam tradisi masyarakat Tionghoa melambangkan kelimpahan dan keberuntungan.
Ikan segar menjadi bagian penting dalam hidangan perayaan, dan dingkis yang dikenal berdaging lembut serta bercita rasa khas menjadi salah satu favorit konsumen.
Di tengah tantangan ekonomi daerah, hasil laut masih menjadi penopang utama kehidupan masyarakat pulau di Lingga.
Momentum musiman seperti musim dingkis ini memberikan tambahan harapan bagi nelayan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Tradisi menyuluh di malam hari, dengan cahaya lampu yang menyapu karang-karang dangkal, menjadi gambaran nyata kerja keras nelayan pesisir.

