“Alhamdulillah, program ini sudah berjalan sekitar empat tahun. Kunjungan ke Desa Linau merupakan agenda ke-34 yang kami laksanakan. Selain bersilaturahmi, kami juga mengajak ibu-ibu majelis taklim agar konsisten menjalankan program membaca Al-Qur’an ini,” katanya.

Saat ini, jaringan Majelis Taklim Muhibbatul Qur’an telah berkembang di berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Lingga.

Selain menjadi wadah pembinaan keagamaan, komunitas tersebut juga berperan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, Majelis Taklim Muhibbatul Qur’an berharap semangat membaca Al-Qur’an terus tumbuh di lingkungan keluarga sehingga lahir generasi Qur’ani yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Kami ingin melihat Al-Qur’an benar-benar hidup di rumah-rumah masyarakat. Ketika para ibu membiasakan membaca Al-Qur’an, anak-anak dan anggota keluarga lainnya akan ikut termotivasi. Dari rumah inilah akan lahir keluarga-keluarga Qur’ani yang menjadi fondasi masyarakat yang lebih baik,” tutup Mas’ah Cepa.