Tidak sedikit peserta yang membawa pesan sosial dalam penampilannya. Isu pemberantasan korupsi menjadi salah satu tema yang ditampilkan.
Pesan tersebut disampaikan melalui kostum dan sejumlah properti yang menarik perhatian masyarakat.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian yakni peserta yang mengenakan pakaian jaksa dan hakim, lengkap dengan replika Patung Dewi Keadilan.
Konsep tersebut mendapat perhatian warga yang menyaksikan dari pinggir jalan.
Karnaval resmi dilepas oleh Wakil Bupati Lingga, Novrizal, sekitar pukul 08.27 WIB. Bersama para tamu undangan, ia melepas peserta untuk menyusuri rute yang telah ditentukan.
Pawai dimulai dari Lapangan Merdeka Dabo Singkep, kemudian bergerak melewati sejumlah jalan utama di pusat kota dan berakhir kembali di Lapangan Merdeka.
Sepanjang rute, masyarakat tidak henti-hentinya memberikan dukungan kepada para peserta.
Anak-anak PAUD dan TK tampil dengan kostum penuh warna, sementara pelajar tingkat SD hingga SMA menyuguhkan berbagai kreasi yang telah dipersiapkan.

