Di usia yang telah memasuki 70 tahun, Raminto hidup bersama salah satu anaknya yang menyandang disabilitas. Meski berstatus duda, ia tetap bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup.

Selain membersihkan pekarangan rumah warga dengan upah seadanya, ia juga sesekali mencari kayu di hutan ketika ada masyarakat yang membutuhkan.

Junaidi berharap viralnya kisah Raminto tidak hanya berhenti sebagai cerita inspiratif di media sosial, tetapi juga mampu membuka mata berbagai pihak terhadap kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Menurutnya, ruas jalan yang berada di Desa Bukit Harapan merupakan akses penting yang menghubungkan masyarakat Kecamatan Lingga Utara dan Lingga Timur menuju pusat pemerintahan Kabupaten Lingga di Daik.

“Kami berharap ini menjadi perhatian bersama, terutama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Jalan ini merupakan urat nadi masyarakat yang setiap hari digunakan untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan yang dimiliki, Raminto telah menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus menunggu kewenangan atau jabatan.