Baca Juga: Disbudpar Tanjungpinang Lakukan Aksi Bersih-bersih di Objek Wisata Pulau Penyengat

2. Genetik 

Selain gaya hidup, genetik juga bisa berdampak pada cara seseorang mengatasi stres.

Gen tertentu dapat menimbulkan risiko masalah kejiwaan yang lebih tinggi. Contohnya, seseorang yang memiliki riwayat depresi turun temurun akan 2-3 kali lebih berisiko mengidap Depresi.

Terlebih dari itu, wanita juga memiliki kondisi genetik yang lebih rentan depresi daripada pria. Hal ini yang menyebabkan seorang wanita cenderung lebih mudah mengalami stres. 

3. Hubungan personal

Penurunan kondisi mental lebih mudah menyerang wanita ketika sedang mengalami banyak gejolak dalam hubungan personal, seperti pekerjaan, percintaan, dan keluarga.

Baca Juga: Nikita Willy dan Indra Priawan Berlibur di Belanda, Warga Net dibuat Kagum dengan Pola Asuhnya ke Baby Issa

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi tingkat stres wanita selama konflik. Salah satunya adalah peran mereka dalam hubungan personal yang membentuk ekspektasi perilaku.