HARIANMEMOKEPRI.COM — Tim Pendamping Keluarga Beresiko Stunting sebanyak 243 orang mengikuti orientasi pada dua tempat berbeda.

Hal ini dilakukan untuk upaya upaya percepatan Penurunan angka stunting di Kota Tanjungpinang.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari kedepan yang dimulai pada hari ini Senin hingga Rabu (04-06 Maret 2024) dengan dibagi tiga angkatan.

Dimana Angkatan pertama dan kedua dilaksanakan di Aula Puskesmas Tanjungpinang, masing-masing diikuti oleh 81 orang peserta sehingga jumlah keseluruhan peserta sebanyak 243 orang

Sementara orientasi untuk angkatan ketiga dengan jumlah peserta yang sama akan dilaksanakan di Aula Kelurahan Melayu Kota Piring pada Rabu besok (6/3/2024).

Kadinkes Tanjungpinang Rustam mengatakan tujuan dari orientasi ini adalah memberikan pengetahuan dan teknik pendampingan kepada keluarga beresiko stunting di Kota Tanjungpinang.

Orientasi ini juga sebagai bagian dari upaya memenuhi agenda prioritas Walikota untuk menurunkan angka stunting.

“Penurunan angka stunting merupakan agenda prioritas Walikota, karenanya harus menjadi perhatian dan kita sukseskan bersama,” ucap Rustam saat membuka kegiatan orientasi di Puskesmas Sei Jang, Selasa (5/3/2024).

Prevalensi stunting di Tanjungpinang, berdasarkan survei Kementerian Kesehatan, mencapai 15,7 persen. Sementara target nasional yang diharapkan adalah di bawah 14 persen.

Rustam menjelaskan sasaran pendampingan keluarga beresiko stunting, menurutnya adalah keluarga yang memiliki remaja putri, calon pengantin,

Ibu hamil, ibu nifas, ibu bayi 0-23 bulan, dan ibu balita 24-59 bulan, terutama mereka yang miskin, berpendidikan rendah, serta kurang memiliki akses sanitasi dan air bersih.

Rustam juga memberikan pesan kepada kader Tim Pendamping Keluarga agar meningkatkan kinerja dan cakupan sasaran di seluruh wilayah kerja yang mereka emban.

“Seluruh sasaran mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, baduta, dan balita, agar dicatat dan dilaporkan di Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL), sehingga TPK dapat memantau sasaran secara real-time di aplikasi tersebut,” pungkas Rustam.