Banyak pekerja perkotaan mengeluhkan rasa lelah berlebihan pada malam hari, tetapi tubuh mereka justru kesulitan memejamkan mata secara lelap saat waktu tidur akhirnya tiba.

Fenomena insomnia akibat stres pekerjaan ini sering kali bersumber dari gangguan ritme biologis tubuh yang terpapar cahaya buatan dari layar komputer sepanjang hari tanpa henti.

Paparan sinar biru terus-menerus memanipulasi persepsi otak sehingga organ vital tersebut terus menganggap hari masih siang dan menunda produksi hormon pemicu rasa kantuk alami.

Kebiasaan melangkah keluar ruangan selama lima belas menit pada sore hari ternyata menjadi solusi alami paling efektif untuk menyelaraskan kembali jam internal manusia yang kacau.

Paparan sinar matahari redup menjelang matahari terbenam memberikan sinyal penting kepada otak bahwa periode aktivitas harian akan segera berganti menjadi masa istirahat yang tenang.

Keajaiban Cahaya Merah Spektrum Rendah

Sinar matahari pada waktu senja mengandung spektrum cahaya merah dan inframerah dekat yang menembus lapisan kulit untuk merangsang produksi energi dalam sel-sel tubuh kita.