Sebagian besar masyarakat perkotaan sering kali terbangun dengan tubuh yang terasa sangat lelah meskipun telah menghabiskan waktu tidur selama lebih dari delapan jam penuh di malam hari.

Penyebab utama dari fenomena kelelahan berkepanjangan ini sering kali berakar pada kekacauan ritme sirkadian yang mengatur seluruh siklus biologis internal dalam tubuh manusia.

Gaya hidup perkotaan yang mengurung kita di dalam ruangan tertutup berpendingin udara membuat mata kita jarang berinteraksi langsung dengan pancaran sinar matahari pagi.

Paparan sinar lampu berpendar terang sepanjang hari di kantor justru mengelabuhi otak untuk terus bekerja secara aktif tanpa sempat memberi sinyal jeda istirahat.

Mengapa Jam Biologis Tubuh Kita Mudah Terganggu

Sistem saraf manusia telah berevolusi selama jutaan tahun untuk merespons perubahan spektrum warna serta intensitas cahaya alami yang dipancarkan oleh matahari dari terbit hingga terbenam.

Sinar matahari pagi yang kaya akan spektrum warna biru merangsang pelepasan hormon kortisol untuk memicu kewaspadaan tinggi serta konsentrasi maksimal saat kita memulai beraktivitas.