Kemudian Kabidhumas Polda Kepri, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, juga memberikan penjelasan tentang peristiwa saat gas air mata masuk ke dalam sekolah selama terjadinya kericuhan di kawasan Pulau Rempang Eco-City, Kecamatan Galang, Kota Batam.

Baca Juga: Mencekam Warga Rempang Bentrok Dengan Petugas, BP Batam Himbau Tidak Terprovokasi Dengan Isu Miring

“Bahwa gas air mata yang digunakan untuk mengendalikan situasi selama kericuhan terbawa angin dan masuk ke area sekolah. Pada saat kejadian tersebut, beberapa kelas di sekolah tersebut masih terdapat murid dan guru,” tutur Kabidhumas Polda Kepri. 

Terhadap situasi ini, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kepri segera bertindak cepat dengan membawa murid dan guru yang menjadi korban gas air mata ke RSUD Embung Fatimah Kota Batam untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga: 630 Alat Kebersihan Diberikan RT RW Maupun Komunitas, Rahma Berharap Masyarakat Semangat Jaga Kebersihan

Kabidhumas Polda Kepri menyampaikan informasi terbaru bahwa jumlah pasien yang terpengaruh oleh gas air mata tersebut adalah sebanyak 11 orang, terdiri dari 1 orang guru SMP dan 10 murid SMP yang mana saat ini semua korban sudah kembali ke rumah masing-masing.