Kepulauan Riau

Peristiwa Pulau Rempang, Kabidhumas Polda Kepri Himbau Masyarakat Batam Tidak Terprovokasi Dengan Isu Miring

97
×

Peristiwa Pulau Rempang, Kabidhumas Polda Kepri Himbau Masyarakat Batam Tidak Terprovokasi Dengan Isu Miring

Sebarkan artikel ini
Aksi pengamanan aparat gabungan pengamanan di wilayah Pulau Rempang Galang Kota Batam

HARIANMEMOKEPRI.COM — Polresta Barelang telah melakukan pengamanan pengukuran dan pemasangan patok tata batas di Pulau Rempang Eco-City, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kamis (7/2023).

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Hal ini dilakukan Polresta Barelang seiring beredarnya informasi terkait tindakan represif tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP terhadap masyarakat serta beredarnya informasi dan pemberitaan perihal bayi yang dikabarkan meninggal dunia saat bentrok di Pulau Rempang-Galang.

Baca Juga: Rahma Kukuhkan Pengurus Ikatan Keluarga Tambelan Tanjungpinang 2023-2028, H Iskandar Sebagai Ketua Umum

Sebelumnya Polresta Barelang telah mengamankan delapan orang laki-laki yang diduga melakukan perlawanan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas Pengamanan Pengukuran dan Pemasangan Patok Tapal Batas di Kawasan Pulau Rempang Eco City – Kecamatan Galang Kota Batam

BACA JUGA  Kapolresta Barelang Sambut Kunjungan Kepolisian Korea Selatan

Kini kedelapan pelaku dikenakan Pasal 212, 213, 214 K.U.H.Pidana dan pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman kurungan 8 tahun penjara.

Baca Juga: BNNK Pasang Ratusan Stiker Gratis Rehabilitasi, Kombes Pol Heryanto: Solusi Untuk Masyarakat Kembali Sehat

Oleh karena itu, Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menghimbau agar masyarakat Kota Batam tidak terprovokasi dengan isu miring dan berita bohong (Hoax) terkait pengukuran yang dilakukan di Kawasan Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam tersebut.

“Masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi (saring sebelum sharing) sebelum menyebarkannya melalui media sosial dan berharap agar situasi di kawasan tersebut tetap kondusif demi kesuksesan proyek pengembangan Pulau Rempang Eco City dan kesejahteraan masyarakat setempat,” ungkap Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad. 

BACA JUGA  Polda Kepri Berhasil Ungkap Beberapa Kasus Besar

Baca Juga: Ribuan Petugas Gabungan Diterjunkan Pada Pemblokiran Jalan Raya, 8 Orang Melawan Petugas Diamankan

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan jika peristiwa yang sebenarnya terjadi tidak demikian. Dirinya menjelaskan masyarakat yang mengatasnamakan warga Pulau Rempang terlebih dulu melemparkan batu dan botol kaca ke arah personel keamanan dan memblokade jalan yang akan memasuki wilayah Jembatan 4 Barelang.

“Bahkan, sejumlah oknum tak bertanggung jawab juga terus melemparkan batu dan botol kaca meski petugas Kepolisian telah menghimbau melalui pengeras suara agar barisan massa tidak gegabah dalam mengambil tindakan dan melanggar hukum,” lanjutnya. 

BACA JUGA  Bahas PMI Ilegal, Kabidhumas Polda Kepri dan Kepala BP2MI Jadi Narasumber

Baca Juga: Gubernur Kepri Terus Memoles Ibukota Kepri, Salah Satunya Penanggulangan Banjir Saat Hujan Tiba

Selain itu, Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar tentang seorang bayi yang dikabarkan meninggal dunia selama bentrokan antara warga Rempang dan aparat

Dengan tegas Kabidhumas Polda Kepri mengkonfirmasi bahwa informasi tersebut adalah palsu (hoax). Ia berharap klarifikasi ini akan membantu menghentikan penyebaran informasi palsu yang dapat memicu ketegangan di masyarakat.

Baca Juga: BNNK Tanjungpinang Gelar Konsolidasi Kebijakan Kotan Antar Lembaga Guna Tingkatkan Anti Narkoba

“Bayi tersebut masih hidup, bahkan saat aparat keamanan menemukannya, bayi tersebut sedang tertidur pulas,” terangnya. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kepulauan Riau

Kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mewujudkan penegakan hukum yang adil dan mendukung kepentingan masyarakat. Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau telah menerapkan pendekatan yang humanis dan partisipatif sebagai prioritas utama. Masyarakat adat di Pulau Penyengat adalah bagian integral dari komunitas di Provinsi Kepulauan Riau yang kaya akan nilai budaya dan tradisi.